Cahaya Di Ujung Malam (Fr. Josua Hasugian,OFMCap)

Di pojok kamar yang sunyi, malam hadir tanpa suara,

Gelap merambat pelan menyentuh hati yang mulai bertanya.

Namun,

Cahaya kecil tetap bernyala, redup, tapi setia

Menjadi saksi bahwa aku belum benar-benar sendiri.

Kegelapan berbisik pelan tentang ketakutan, tentang bahaya yang tak terlihat,

Tantang perjalanan yang panjang yang tak semudah bayang-bayang harapan.

Aku pun gemetar, menyadari ancaman yang menanti kehadiranku,

Dalam kegelapan yang terus mencoba menguasaiku.

Tetapi cahaya itu tetap tinggal,

Ia tidak pergi, ia hanya diam menunggu hingga aku percaya.

Dalam gelap yang memeluk sunyi itu,

Aku sadar, ada tangan yang tetap menyertaiku.

Seperti kamar itu,

Sunyi, sempit dan penuh ketakutan, kerap kali aku ingin menyerah

Menyudahi langkahku yang dulu terasa ringan.

Namun dari kejauhan, cahaya kecil itu terus memanggil namaku.

Seolah-olah merayuku untuk terus semangat.

Dulu aku pernah mengikutinya, penuh harapan dan keyakinan,

Hingga malam menjadi semakin pekat dan terang itu kian terasa memudar.

Aku berhenti, bukan karena aku tak ingin sampai pada cahaya itu,

Tetapi karena lelah dan takut pada bahaya dalam perjalanan tersebut.

Aku duduk, mengumpulkan serpihan keberanian yang tercecer dalam kegelapan,

Hingga waktu pun berjalan cukup lama.

Aku kembali bangkit, meski kini aku harus menerima kenyataan bahwa aku telah tertinggal,

Meski langkahku tak secepat mereka.

Biarlah dunia melihatku sebagai seorang yang lemah,

Meski tertinggal, mereka tidak menyadari bahwa aku tidak pernah berhenti selamanya.

Aku tahu, berhenti sejenak bukan akhir,

Melainkan jeda untuk kembali melangkah lebih kuat.

Kini aku memulai lagi dengan sisa keberanian yang telah kumiliki.

Meskipun aku masih dalam ketakutan,

Meskipun aku tidak tahu kapan ia akan habis lagi,

Namun satu hal yang kutahu pasti,

Aku akan terus melangkah dalam kegelepan itu,

meski aku jatuh, meski aku harus terhenti lagi.

Sebab aku percaya,

Dibalik kegelapan yang pekat itu,

Tuhan tetap menuntun aku menuju terang yang tak kan pernah padam.

-Pace E Bene-

Tinggalkan komentar