Kado untuk Karin (Fr. Yohanes Sinaga,OFMCap)

Namaku Pindo. Entah mengapa aku sangat bahagia dengan namaku itu. Mungkin bagi orang Simalungun, nama Pindo tidaklah asing. Aku berasal dari suku itu, dan aku bangga akan asal-usulku. Namun kini aku tinggal di tanah perantauan, Kota Batam, kota industri yang tak pernah benar-benar tidur. Hiruk-pikuk mesin, pelabuhan, dan lalu-lalang manusia seakan menjadi latar hidupku sehari-hari. … Baca Selengkapnya

Dimensi Manusiawi: Belajar Menjadi Saudara Bagi Semua (Ratio Formationis Ordinis OFMCap atau pedoman pendidikan Kapusin)

Formasi kita (Kapusin) bukan sekadar belajar teologi, tapi pertama-tama adalah formasi menjadi manusia yang seutuhnya. Kita ingin menjadi seperti St. Fransiskus, seorang manusia yang benar-benar utuh, yang mampu menjadi saudara bagi semua ciptaan. Antropologi Fransiskan mengajarkan kita bahwa semua ciptaan itu dinamis, artinya, selalu bergerak dan berubah. Dan di tengah kedinamisan ini, kita semua dipanggil … Baca Selengkapnya

Dimensi Rohani: Belajar untuk Menginginkan Allah (Ratio Formationis Ordinis OFMCap atau pedoman pendidikan Kapusin)

Buku ini menegaskan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk rohani. Oleh karena itu, dimensi rohani bukan tambahan dalam pendidikan dan formasi, melainkan fondasi yang membuka dan melengkapi seluruh proses pembentukan manusia. Pendidikan yang mengabaikan dimensi rohani berisiko melahirkan spiritualitas yang dangkal dan superfisial. Dimensi rohani membantu manusia untuk: Allah menjumpai manusia melalui Firman-Nya, dan Firman … Baca Selengkapnya

Dimensi Karismatis: Karunia sebagai Saudara Dina (Ratio Formationis Ordinis OFMCap atau pedoman pendidikan Kapusin) 

“Marilah kita mengembalikan semuanya yang baik kepada Allah yang Mahatinggi dan Mahabaik dan mengakui, bahwa semua yang baik adalah milikNya. Marilah kita mengucapkan Syukur kepadaNya atas segala-galanya karena Dialah berasal semua yang baik.  (AngTBul XVII,17) Cara hidup dan pendidikan Ordo Kapusin berakar pada pusat fransiskanisme yang mendalam, yaitu pengakuan bahwa segala sesuatu yang ada mulai … Baca Selengkapnya

Dimensi Intelektual: Belajar berpikir dengan hati

(RFO OFMCap atau Ratio Formationis Ordinis; pedoman pendidikan Kapusin) Dalam hidup Kapusin, intelektual bukan pertama-tama gelar, kepandai atau merangkum sebuah argumen yang rapi. Intelektual bukan sekedar menguasai konsep atau teori yang luas. Intelektual sejati adalah ketika pengetahuan itu menyentuh hidup konkret, dan lebih jauh mampu mengubah cara kuta bersikap, berelasi serta melayani. Maka, belajar berpikir … Baca Selengkapnya

Hutan Gita Sang Surya

(Fr. Mulyadi Pardosi,OFMCap) Aku sedang menikmati senja di pojok sotoh kontrakan di kota ketika telepon itu berdering. Jam dinding sudah menunjukkan waktu untuk segera mandi, tapi mataku masih belum siap meninggalkan senja yang membawaku pada suasana desa. Entah mengapa senja itu selalu mengingatkanku pada indahnya masa kecilku di kampung. Aku memang sudah lama meninggalkan kampung … Baca Selengkapnya

KUJAWAB PANGGILAN-MU

Tuhan, Aku mendengar suara-mu dalam sunyi dan ragu Bukan suara yang memaksa, Melainkan kasih yang menunggu Aku tak langsung mengerti suara-Mu Aku masih ragu dengan semuanya Aku merasa belum kuat untuk menjawab Namun Engkau selalu hadir untuk meyakinkanku Dengan cara-Mu yang tak terbatas Kini aku siap dan percaya Tuhan Dengan apa yang ku miliki Aku … Baca Selengkapnya

Kitab Pertama

Kitab pertama

Pertama kali aku mengenal Tuhan bukan melalui Alkitab. Namun jauh sebelum aku mampu membaca kitab itu, aku telah lebih dulu mengenal-Nya melalui alam. Lewat sungai yang mengalir tanpa lelah, hutan yang diam namun penuh makna, dan langit yang setia membentang di atas kepalaku, aku belajar bahwa Tuhan telah lebih dulu hadir sebelum aku mampu menyebut … Baca Selengkapnya

Surga di Pinggiran Kota

“Jangan tinggalkan ibu, nak,” desak seorang ibu disertai isak tangis yang menjadi-jadi. Dengan raut wajah yang begitu tulus, air mata cinta seorang ibu yang membasahi pipi yang mulai menyusut dihembus waktu, sang ibu memohon kepada putrinya yang berdiri tepat di hadapannya. Sentuhan tangan yang penuh kasih dan harapan mendarat tepat di lengan gadis belia berparas … Baca Selengkapnya