“Di Antara Panggilan dan Sunyinya hati” (Fr. Devran Malau,OFMCap)

Di antara langkah yang kupilih dan jalan yang masih samar,
aku berjalan perlahan,
membawa hati yang tak selalu utuh,
namun tetap ingin pulang.

Ada suara yang dahulu begitu jelas,
memanggil tanpa ragu,
namun kini terasa jauh,
seolah tertutup oleh riuh hidup yang menekan.

Di sela hari-hari yang penuh tuntutan,
aku mencari ruang untuk bernapas,
meski sering tersesat
dalam hal-hal kecil yang menenangkan sesaat.

Kadang aku berhenti,
bukan karena tak ingin melangkah,
tetapi karena lelah
menjadi kuat setiap waktu.

Dan dalam sunyi yang tak menjawab,
aku bertanya dalam diam:
masihkah aku di jalan-Mu,
atau sekadar takut untuk berpaling?

Namun jauh di dalam,
ada kerinduan yang tak padam—
lembut, namun bertahan,
menarikku kembali tanpa paksa.

Seperti kecil dari Assisi yang berjalan tanpa pasti,
aku belajar melepaskan,
meski belum sepenuhnya mampu,
dan tetap tinggal meski ragu.

Santo Fransiskus dari Assisi pernah berjalan tanpa kepastian,
namun dengan hati yang bebas,
dan dari kebebasan itu,
ia menemukan cinta yang tak bersyarat.

Di antara panggilan dan sunyi,
aku mengerti perlahan:
setia bukan tentang kuat,
melainkan memilih untuk tidak pergi.

Tinggalkan komentar