Beranda / News / Sukacita Paskah Menggema di Gereja St. Petrus Seminari Tinggi Santo Petrus

Sukacita Paskah Menggema di Gereja St. Petrus Seminari Tinggi Santo Petrus

Pematang Siantar — Sukacita kebangkitan Kristus terasa begitu hidup dalam perayaan Paskah yang diselenggarakan di Gereja St. Petrus Seminari Tinggi Santo Petrus. Perayaan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini dihadiri oleh para frater, suster, imam, pembina, serta umat beriman yang datang untuk merayakan kemenangan Kristus atas dosa dan maut.

Sejak awal perayaan, suasana gereja dipenuhi dengan nuansa harapan. Nyanyian Paskah menggema, lilin-lilin menyala sebagai simbol terang Kristus yang mengalahkan kegelapan, dan Sabda Tuhan yang dibacakan mengingatkan umat akan kasih Allah yang tidak pernah berkesudahan. Dalam homilinya, imam selebran menegaskan bahwa Paskah bukan sekadar peristiwa masa lampau, melainkan kenyataan hidup yang terus berlangsung dalam kehidupan setiap orang beriman.

“Kristus telah bangkit, dan kebangkitan-Nya adalah sumber harapan baru bagi dunia. Dalam situasi apa pun, kita tidak berjalan dalam kegelapan, karena terang Kristus selalu menyertai kita,” demikian pesan yang disampaikan kepada umat.

Perayaan ini juga menjadi momen refleksi mendalam bagi para frater, suster, dan umat beriman. Mereka diajak untuk semakin meneguhkan panggilan hidup, menjadi saksi kebangkitan Kristus di tengah dunia yang sering diliputi keputusasaan, ketidakadilan, dan penderitaan. Semangat pelayanan, kesederhanaan, dan kasih menjadi nilai yang kembali diteguhkan dalam terang Paskah.

Selain itu, suasana kebersamaan tampak nyata dalam perayaan ini. Umat dari berbagai latar belakang bersatu dalam satu iman, saling memberi salam damai, dan berbagi sukacita sebagai satu keluarga Allah. Hal ini mencerminkan bahwa Paskah bukan hanya tentang hubungan pribadi dengan Tuhan, tetapi juga tentang membangun persaudaraan yang nyata di tengah kehidupan bersama.

Harapan besar juga disampaikan bagi Gereja dan dunia. Paskah mengajak semua orang untuk bangkit dari “kematian” dalam berbagai bentuk: keputusasaan, dosa, ketidakpedulian, dan egoisme. Umat diundang untuk menjadi pembawa terang, menghadirkan kasih, keadilan, dan damai di tengah masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan zaman, pesan Paskah tetap relevan: selalu ada harapan. Kebangkitan Kristus menjadi jaminan bahwa kasih Allah lebih kuat daripada segala bentuk kegelapan. Oleh karena itu, umat diajak untuk tidak takut melangkah, tetap teguh dalam iman, dan setia dalam pengharapan.

Perayaan Paskah di Gereja St. Petrus ini akhirnya menjadi bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pengalaman iman yang hidup—yang menguatkan, mempersatukan, dan mengutus setiap orang untuk menjadi saksi Kristus yang bangkit dalam kehidupan sehari-hari.

Pace e Bene.

Biara Kapusin Alverna

, ,

Be Brother For All

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *