Beranda / Artikel / Karya Saudara / SUNYI YANG BERSEMANGAT- Sdr. Konradus Laia OFMCap

SUNYI YANG BERSEMANGAT- Sdr. Konradus Laia OFMCap

Cinta dalam diam adalah cinta yang tulus,

Menembus tembok kesepian.

Dalam dia kebohongan tidak ada.

Meskipun sepi, namun dia hadir dengan tenang.

Ruang sunyi tercipta, di balik bola mata yang tenang.

Di sanalah ia berdiri, sebatang pohon kokoh tak berdaun.

Penjaga sunyi yang gagah dalam keganasan dunia.

Bukan karena layu, kering ataupun mati,

Tapi menahan gema, di tengah riuhnya dunia.

Memilih sunyi agar getar tak sampai ke telinga.

                                    ٭٭٭

Cinta itu memilih sudut paling jauh, paling sepi.

Ia bukan suara nyaring, tapi tanda yang tersembunyi.

Menyimpan setiap senyum kecil yang terlepas,

Menjadikannya terang  pribadi di tengah kegelapan hati.

Di mata orang tampak ketenangan, wajah polos tanpa beban.

Padahal di dalam hati, air laut pasang, arusnya kuat melawan.

Semangat itu tak kan redup, bukan api yang berkobar bebas,

Tetapi tungku yang membara dalam tanah yang terpendam.

                                    ٭٭٭

Cinta dalam diam seakan tidak pasti.

Namun bukan hasil, melainkan rasa yang menuju kepada damai.

Ia memilih bersabar, merajut janji tanpa perlu berkata.

Menjaga jarak, bukan lari, tapi agar hati tetap tulus.

Jarak itu adalah hormat, sebuah benteng yang menjaga,

Supaya raga yang dicinta tetap utuh dan sempurna.

                                    ٭٭٭

Cinta dalam diam bukan untuk memiliki,

Tapi memperbaiki dirinya sendiri.

Menjadi cermin yang layak memantulkan kebaikan,

Bukan beban yang memohon atau tangan yang meminta.

Ini adalah kekuatan yang lahir dari pengorbanan sunyi.

Bulan tak pernah sentuh laut, namun air setia mengikuti.

Begitulah rasa ini bekerja, daya tarik yang tak tampak mata.

Cahaya yang diberikan adalah cahaya yang diam-diam dipersiapkan,

Matang dan murni, jauh dari hasrat untuk dipuji.

                                                            ٭٭٭

Ia tak ingin tempat di panggung terang dunia,

Cukuplah menjadi bintang paling setia di kejauhan.

Sinar itu mungkin samar, tapi tak pernah goyah posisinya,

Sebuah kompas diam menuju makna ketulusanabadi.

Ia adalah doa yang dibisikkan angin,

Tak terlihat, namun kekal getarannya.

Sebab, kemuliaan cinta terletak pada ketidakmauan pamer,

Pada janji yang diikat rapi dalam sunyi yang tak terjamah.

                                    ٭٭٭

Maka, biarlah cinta ini tetap menjadi rahasia besar alam,

Ikrar batin yang membawa tenang dan kekuatan.

Sebab, cinta yang paling sejati, paling bersemangat,

Bukan tentang menggenggam,

tapi tentang berani menginspirasi dari jauh.

Dalam sunyi ini, keindahan tanpa batas ditemukan.

Mencintai dalam diam adalah puisi terpanjang yang ditulis hati,

Karya yang tak perlu tepuk tangan, hanya butuh keutuhan diri.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *