Beranda / Artikel / Katekese / Katekese Kalender Liturgi dalam Gereja Katolik

Katekese Kalender Liturgi dalam Gereja Katolik

(Fr. Samuel Situmorang,OFMCap)

Cara Memahami Penanggalan Liturgi
Dalam kalender liturgi Gereja Katolik terdapat tiga tahun liturgi yakni tahun A,B, dan C.
Kalender ini dibuat untuk memudahkan umat dalam mengikuti perayaan-perayaan dalam Gereja
Katolik. Pembagian tahun liturgi adalah sebagai berikut:
 Tahun A: Matius
 Tahun B: Markus
 Tahun C: Lukas
Injil Yohanes dipakai sebagai tambahan, dan biasanya dipakai pada masa prapaskah dan
paskah. Selain penggunaan huruf A,B, dan C ditambahkan pula angka romawi I dan II.
Pemakaian angka ini disesuaikan dengan tahun bersangkutan. Apabila tahun yang bersangkutan
ganjil maka dipakai angka romawi I dan apabila genap dipakai angka romawi II. Sebagai contoh
tahun 2025 adalah tahun ganjil maka tahun ini adalah tahun C/I. Sehingga bacaan pada tahun ini diambil dari injil Lukas. Tahun liturgi dalam Gereja Katolik tidak sama penghitungannya dengan kalender Masehi. Kalender Masehi diawali dengan tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember. Sedangkan dalam kalender liturgi, berakhirnya tahun liturgi terjadi pada Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam dan tahun liturgi yang baru dimulai pada Masa Adven I.


Tingkatan perayaan dalam Kalender Liturgi
Didalam kalender liturgi dibedakan empat tingkatan perayaan. Empat tingkatan itu terdiri
dari:
 Hari biasa: Senin sampai Sabtu kecuali ada perayaan tertentu. Hari minggu biasa dimasukkan
dalam kategori hari raya.
 Peringatan Wajib: Malaikat Pelindung, Santa Perawan Maria, Ratu Rosario, St. Ignatius dari
Antiokhia.
 Pesta: Santo Lukas Penginjil, St. Simon dan Yudas Rasul.
 Hari Raya: hari Minggu, Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam, Santa
Perawan Maria Diangkat ke Surga.
Peringatan wajib menjadi tingkatan yang paling rendah dan hari raya adalah yang paling
tinggi. Pada umumnya tingkatan ini dipakai untuk mengenang orang-orang kudus maupun
peristiwa penting dalam Gereja Katolik. Namun terdapat beberapa penanggalan liturgi khusus.
Contohnya, dalam penanggalan Fransiskan terdapat beberapa perbedaan dengan penanggalan
liturgi umum. Penanggalan Fransiskan menambahkan peringatan-peringatan orang-orang kudus Fransiskan maupun peringatan lainnya yang berkaitan dengan spiritualitas Fransiskan. Sebagai contoh, dalam penanggalan umum tidak ada peringatan Santa Perawan Maria Ratu Para Malaikat, sedangkan dalam penanggalan Fransiskan peringatan itu dirayakan pada tanggal 2 Agustus. Tidak menutup juga kemungkinan bahwa penanggalan liturgi setiap kongregasi atau ordo lainnya berbeda dibandingkan penanggalan liturgi yang umum.


Kesimpulan
Begitu banyak peringatan dan tanggal Hari Raya dalam Gereja Katolik. Oleh karena itu
Gereja membuat kalender liturgi agar umat semakin mudah dalam memahami perjalanan Gereja
dalam perayaan-perayaan sakramen khususnya dalam Ekaristi. Selain itu kalender liturgi
menujukkan kesatuan umat Katolik, dimana bacaan-bacaan disesuaikan dan diseragamkan,
sehingga setiap umat dimanapun berada tetap mendengar bacaaan yang serupa pada hari yang
bersangkutan.

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *