Beranda / Artikel / Karya Saudara / Sadar akan pentingnya menjaga keutuhan ibu pertiwi

Sadar akan pentingnya menjaga keutuhan ibu pertiwi

Dikala diriku mengalami gundah kumemberi waktu untukku duduk sendiri di hamparan permaisuri.

Di saat rasa sendu hadir dalam hatiku ini engkau malah memberiku senyuman yang indah berseri.

Seketika itu terjadi, kumerasa bergembira lagi.

Aku rela berdiam diri setiap pagi, hanya untuk menantikan kehadiranmu di sini

demi merasakan sapaanmu yang mampu menumbuhkan keinginan beresolusiku kembali.

Dalam pandanganku, kau telah menghiasi hidupku di dunia ini.

Kini kusadari bahwa engkau tidak hanya hadir ketika diriku di hamparan permaisuri.

Kehadiranmu kutemui lagi dari pancaran mentari dalam tumbuhnya jenis tanam-tanaman yang penuh warna-warni.

Dan melalui air yang mengalir sampai ke hilir juga menyapa diriku yang pernah kering seperti di padang pasir.

Sehingga lubuk hati yang pernah berada dalam temaram yang perih dapat menjadi berseri-seri akibat dari pemberian dirimu yang selalu hadir di sekitarku  saat ini.

Kumengerti, kehadiranmu ini untuk mengungkapkan betapa pentingnya pemberian diri.

Sungguh kusadari bahwa dirimulah yang tak tergantikan dalam menjadikan diriku pribadi yang mampu berdikari.

Engkau sungguh menjadi cerminan bagi diriku yang siap untuk dikhianati.

Kini kutelah melihat banyak pribadi yang tidak sadar diri, dan yang selalu melakukan pengeksploitasi.

Seolah-olah engkau dianggap tidak ikut berpartisipasi bagi bumi ini.

Memang benar, ego yang mendominasi tidak ada yang tulus memberi diri,

Sebab telah terkontaminasi dan terobsesi oleh kesenangan duniawi yang menyebabkan terciptanya kontes penampilan diri semakin digemari.

Dari tindakan yang telah terjadi berkuranglah keragaman hayati, dan bertambahlah teriakan serta tangisan di dunia ini.

Setiap tindakan pasti memiliki dampaknya sendiri dan itu telah kita ketahui sendiri.

Saat ini makhluk insani sedang bersedih, sebab ibu pertiwinya sendiri telah dirusaki.

Segala ekspresi telah terjadi mulai dari lesu, muram, sedih, hingga menangis yang tidak tahu bagaimana mengembalikannya seperti awalnya lagi.

Kini senyum manis yang dulu berseri menjadi senyuman yang penuh histeri.

Di saat kuhadir dalam memberi diri sejenak kumenahan tangis sambil menatap mereka yang sedang bersedih. Dan juga menatap keindahan yang dulu pernah memberi diriku senyuman lagi.

Tetapi itu tidak lagi kujumpai, sebab semuanya telah hilang sampai tidak meninggalkan sisa lagi.

Kini saya hanya dapat tersungkur sambil menangis tiada henti.

Di sini aku menyadari bahwa aku tidak mungkin dapat lepas dari ibu pertiwi, yang selalu melekat dalam kehidupan diriku ini. Mari kita semua sadar akan segala peristiwa ini dan bersama-sama berdiri dalam melawan pribadi yang gemar mengeksploitasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *